Sedekah Menolak Bala Itu Nyata

Lenggogeni adalah salah seorang donatur tetap PPPA Daarul Qur’an. Secara berkala ia selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu gerakan dakwah PPPA Daarul Qur’an. Selain itu, ia pun rutin mengajak rekan-rekannya untuk ikut bersedekah, kegiatan tersebut sering disebut dengan istilah simpul sedekah.

Dalam sebuah perbincangan, ibu rumah tangga itu menceritakan keajaiban sedekah yang kerap ia alami. Tak hanya satu kali, Lenggogeni sering mengalami keajaiban sedekah dalam berbagai situasi. Misalnya saja saat Allah menyelamatkan anaknya dari maut karena wasilah sedekah.

Kala itu, beberapa tahun silam, ia tidak mengingat tahunnya. Sebuah kejadian terjadi dan menimpa anaknya. Kisahnya dimulai ketika pagi hari anaknya meminta izin kepadanya untuk touring bersama kawan-kawannya. Ia sudah mencium keanehan saat anaknya berulang kali mencium tangannya, baik di dalam rumah maupun ketika akan pergi.

“Jadi, kok saya pikir aneh ya, nggak biasanya, anak saya cium tangan terus-terusan, pamitan lagi, pamitan lagi,” kata Lenggogeni mengingat.

Setelah anaknya pergi touring, keesokan harinya tepatnya pada hari Jum’at, ia merasa ingin sekali bersedekah. Kemudian pergilah ia ke PPPA Daarul Qur’an yang berada di CBD Ciledug, Tangerang, dan menyerahkan sejumlah uang yang ia akadkan untuk sedekah. Menurutnya, ia percaya kepada PPPA Daarul Qur’an karena sedekah-sedekah yang dihimpun kemudian disalurkan kepada para penghafal Al-Qur’an.

“Sebuah kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan materi, tahu kalau sedekah dan zakatnya untuk siapa, kemana saja, seperti dulu saja saya lihat donasinya untuk penghafal Qur’an yang fakir-fakir,” ucapnya.

Sabtu keesokan harinya ia pun mengikuti kajian rutin di Masjid Al-Madinah, CBD Ciledug, seperti biasanya. Tidak ada firasat apapun. Hingga ponselnya berdering dan ia lihat adalah sebuah panggilan yang asalnya dari anaknya. Saat itu, ia sudah berada di kawasan CBD Ciledug, hanya saja belum sampai area masjid.

“Saya sudah sampai di CBD CIledug, terus anak saya telepon, bilang, pulang mah, pulang!,” katanya menirukan suara anaknya yang memintanya segera pulang ke rumah.

Sang anak yang beberapa hari lalu pamitan untuk touring menelpon dan memintanya untuk pulang. Setelah diketahui ternyata anaknya mengalami kecelakaan saat melakukan touring. Tanpa pikir panjang, Lenggogeni pun langsung pulang dengan menyewa sebuah ojek.

Dengan keadaan panik dan pikiran yang tidak karuan, ia terus berdoa kepada Allah, “Yaa Allah, hamba yakin, kemarin hamba bersedekah, pasti anak hamba nggak cacat, pasti anak hamba nggak celaka.”

“Pasti janjimu selalu benar Yaa Allah, sedekah itu menolak bala,” sambungnya.

Setelah sampai di rumah, hal menakjubkan pun nampak di depan matanya, Lenggogeni mendapati anaknya dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan sedikitpun. Kecelakaan itu hanya mengakibatkan pijakan di motor dan sepatu anaknya lecet saja. Tidak ada luka di sekujur tubuh anaknya.

“Alhamdulillah, Yaa Allah, alhamdulillah,” ia hanya dapat mengucap syukur atas apa yang terjadi kepada anaknya.

Lenggogeni kemudian berpikir, jika saja kemarin ia tidak bersedekah mungkin hal yang lebih buruk bisa saja terjadi. Dirinya percaya bahwa sedekah yang ia tunaikan dapat menolak bala. Karena ia yakin bahwa Allah menyukai orang-orang yang gemar bersedekah dan Allah akan mengangkat derajat para ahli sedekah.

Sejak saat itu, Lenggogeni semakin ketagihan untuk bersedekah. Menurutnya, meski yang ia keluarkan jumlahnya tidak banyak, namun semua itu ikhlas karena Allah. Itulah yang ia yakini membuat hidupnya selalu merasa tercukupi meski sudah tidak lagi bekerja.

Diyo Suroso untuk PPPA Daarul Qur’an – 2 Maret 2020

Tinggalkan Balasan